Selama Tangan Kita Terpaut

•26 November 2009 • Leave a Comment

jangan lepas

 

Dua jam sudah kita di sini

Dan terakhir kali kudengar suaramu adalah dua jam yang lalu

Saat kau menyuruhku duduk di sampingmu

Setelah itu sunyi, tak ada suara

Sunyi yang menyisakan aku, kamu, dan hamparan rumput di depan kita

 

Kau ambil tangan kananku

Dan kau telungkupkan di dadamu

Bisa kurasakan kini detak jantungmu

Yang berdetak teratur, tenang, begitu damai

 

Kututup mataku

Merasakan tiap detakmu bersama detakku

Ini menyenangkan

Dan aku sangat menikmatinya

 

Hingga aku tersadar kini

Dua jam kemudian

Kita masih duduk di padang rumput yang sama

Tanganku masih di dadamu

Kebersamaan ini membuat aku melupakan dimensi waktu

Seolah tak ada yang penting kecuali tangan kita yang tetap terpaut

 

Rupanya aku ikut terhanyut dalam diammu

Kutatap matamu, tatapan yang menyiratkan pertanyaan

Tidakkah kau ingin mengatakan sesuatu?

Tapi kau hanya tersenyum menatapku

Dan aku tahu apa arti senyum itu

Tak ada yang perlu diucapkan, rasakan saja

 

Karena aku tahu kamu selalu percaya

Bahwa yang indah kadang menjadi indah ketika ia hanya  dirasakan, bukan ketika diwujudkan dalam kata kata


 

 

Kamu Memang Beruntung

•22 November 2009 • Leave a Comment

tak bisa jadi milikku

Mata indah itu begitu bersinar

Memancarkan semangatnya dalam menjalani hari-harinya

Cahaya yang ia bagikan kepada siapapun lawan bicaranya

Dari tukang parkir, sampai bos-bos berdasi

Mata itu menyihirku

 

Senyumnya yang tak berhenti mengembang

Tak pernah tak ia bagikan senyuman indah itu kepada siapapun yang menyapa atau sekedar melewatinya

Dia murah senyum

Dan aku yakin senyumnya akan bisa mengobati hati manapun yang luka

Senyum itu menyihirku

 

Tangan itu

Tangan yang tak bisa diam ketika ada yang membutuhkan bantuannya

Tangan yang begitu ringan menolong siapapun

Tangan yang merasa hidup saat membantu

Kedermawanan yang sungguh-sungguh

Tangan itu menyihirku

 

Hati itu

Hati yang begitu lembut

Hati yang hanya dipenuhi cinta di dalamnya

Cinta untuk siapapun, cinta yang tak pilih kasih

Hingga seakan tak ada ruang untuk benci

Hati yang menyempurnakan sihir mata, senyum dan tangannya

Hati itu menyihirku

 

Menyihirku begitu dalam

 

Wahai wanita beruntung

Pandanglah mata itu, kau akan menyesal jika sampai kehilangan sinar mata itu

Nikmatilah senyum itu, kau takkan bisa mencari senyum yang lebih manis dari itu

Bantulah tangan itu, jangan biarkan tangan itu membantu sendirian

 

Dan yang terpenting wahai wanita beruntung, jaga hati itu

Hati penuh cinta itu

Aku yakin hati itu takkan menyakitimu

Jadi jangan sakiti hati itu

Jangan kau biarkan hati penuh cinta itu terluka

 

Kau sungguh tak tahu diuntung jika sampai kau sia-siakan semua itu

Semua yang selama ini menjadi impianku

Hanya impian

 

Karena nyatanya

Ia milikmu

 

Ah, kau memang benar-benar beruntung!

 

 

And there he goes, so perfectly,
The kind of flawless I wish I could be
She’d better hold him tight, give him all her love
Look in those beautiful eyes and know she’s lucky cause
He’s the reason for the teardrops on my guitar

Teardrops on My Guitar – Taylor Swift

Ya, Semoga Saja

•21 November 2009 • Leave a Comment

genggam saja tangan ini

Kemarin sore kau ajak aku duduk di padang rumput hijau dan beratap langit

Aku duduk di sampingmu

Kau ceritakan semua impianmu padaku

Kau ceritakan semua dengan menggebu-gebu

Bak anak kecil yang bercerita pada ibunya

Aku mendengarkan dengan seksama

Terhanyut semangatmu yang membara

Sampai di cerita tentang satu mimpi

Kamu tiba-tiba terdiam, memandangku dalam

Aku menunduk, jengah kau tatap seperti itu

Impianmu yang satu ini kau ucapkan dengan setengah berbisik

Dan kau pasti melihat perubahan wajahku

Yang seketika terasa panas dan memerah

Saat kau bilang ingin aku yang yang menemani mimpimu yang satu ini

 

Dengarlah wahai kamu

 

Kamu ingin berlari ke ujung pelangi

Aku pun ingin berlari ke ujung pelangi

 

Kau ingin kesana bersamaku

Aku pun ingin ke sana bersamamu

 

Kita sama-sama punya tujuan

Tak  perlu khawatir wahai kamu

Yang terpenting sekarang adalah jangan berhenti berjalan menuju tujuan kita

Jika nanti jalur yang kita tempuh berbeda, ikutilah jalan yang kita yakini

Kamu tak perlu memaksaku mengikuti jalanmu

Pun aku tak akan memaksa kamu mengikuti jalanku

Tuhan sudah punya rencana

Dan tak ada yang bisa mengubah rencana Tuhan kecuali Dia sendiri

 

Yakinlah, jika kita ditakdirkan tiba di tujuan kita bersama-sama, perbedaan jalur tidak akan merubah akhir rancangan Tuhan itu

Dan bila nanti kau tiba di tujuanmu dan tak kau temukan aku di sana

Percayalah sudah Dia siapkan bidadari untuk menyambutmu

 

Karena sungguh, aku yakin

Tuhan takkan membiarkan kita sendiri

Walaupun mungkin tak bersama

 

Tapi sekarang

Kuserahkan tanganku

Untuk berlari kesana

Semoga

 

Ya, semoga saja

Kita Begitu Cocok

•19 November 2009 • Leave a Comment

mati menunggu

 

Bulan itu bersinar penuh tanpa ada yang mengganggu, purnama

 

Dari jendela kamar aku memandang bulan

Mengagumi keindahannya

Di sana, entah dimana

Kau juga sedang memandang bulan itu

Juga mengagumi keindahan benda langit itu

 

Langit luas menyimpan banyak pesona, biru

 

Aku memandang langit di padang rumput luas

Langit yang dipenuhi awan

Membiarkan imajinasiku menebak-nebak bentuk awan itu

Di sana, entah dimana

Kau juga membiarkan imajinasimu berlari liar

Menebak-nebak bentuk awan yang berkumpul di langit biru luas

 

Bumi luas tempat kaki kaki manusia ditopang

 

Aku menjejak tanah di bawahku

Di bumi yang rela membagi miliknya kepadaku

Dan segenap penghuninya yang lain

Kau menjejak tanah di bawahmu

Di bumi yang juga rela membagi miliknya kepadamu

Dan segenap penghuninya yang lain

 

Tuhan Sang Pemilik Hidup yang kasih sayangnya tak pernah habis

 

Di kamarku aku bersujud

Berdoa dan menyembah penuh rasa cinta pada-Nya

Berterima kasih  sepenuh hati atas segala karunia-Nya untukku

Di sana, entah di mana

Kaupun bersujud

Menyembah Dia yang memberimu kehidupan

Berterima kasih atas hidup indah yang dirancang-Nya untukmu

 

Hey sadarkah kamu

 

Kamu dan aku memandang bulan yang sama

Kamu dan aku berimajinasi tentang awan di langit yang sama

Kamu dan aku ditopang di atas bumi yang sama

Bahkan yang paling mendasar, kamu dan aku bersujud pada Tuhan yang sama

 

Bulan, langit, bumi, bahkan Tuhan

Tidakkah kau perhatikan itu?

Kita punya begitu banyak persamaan

Aaaah ini membuatku begitu bersemangat

 

Ayooo

Apalagi yang kau tunggu

Aku sudah merasa kita begitu cocok

 

Kamu

Yang di sana, entah dimana

Keluarlah kamu segera dari persembunyianmu!!!

 

Dan sebelum kamu keluar, aku akan tetap di  sini

 

Aku Menunggu

 

 

Permen Terkutuk

•16 November 2009 • Leave a Comment

sumber gambar : http://www.halalguide.info/wp-content/uploads/2009/03/permen2.jpg

Kau tiba-tiba datang ke hadapanku

Menyodorkan permen warna warni

Ahh, kau tahu pasti permen ini adalah kesukaanku

Permen yang dulu sering kita nikmati bersama

Dulu, sebelum kemudian kau pergi begitu saja

 

Aku bergeming, masih kesal karena kepergianmu yang tanpa basa-basi

Aku berpindah tempat, sengaja menghindarimu

Tapi kau masih mengikuti

Tanpa bicara kembali kau menyodorkan permen warna warni di tanganmu itu

Permen itu menggoda, terbayang rasa manisnya di mulutku

Kutelan ludah sambil kemudian berpaling lagi

 

Kau tak menyerah, tetap kau ikuti aku

Sambil tetap menyodorkan tangan penuh permen warna warni itu

Kali ini kuberanikan diri menatap matamu

Kau tersenyum, senyuman yang meluluhkan

Aku terdiam sejenak

Tampaknya permen ini tak berbahaya

 

Aku sudah benar-benar tergoda

Warna-warni permen itu

Bayangan Rasa manis yang memenuhi mulutku

Ditambah senyuman meluluhkan itu

Ahh, tampaknya permen ini tak berbahaya

 

Baiklah

Kugerakkan tangan untuk meraih permen-permen itu

Saat aku hampir menyentuhnya

Kau tarik kembali tanganmu

Menggenggam permenmu erat-erat

Lalu kembali pergi tanpa kata

 

Meninggalkan aku

Menangis

Mengutuk

 

Kopi Susu

•16 November 2009 • Leave a Comment

gambar dicomot lupa dari mana

 

Aku kompleks

Kamu simpel

Makanya kamu bilang cara pikir kita ga pernah nyambung

 

Aku terlalu detail

Kamu cuek

Makanya kamu bilang kita sering ribut karena hal ga penting

 

Aku putih

Kamu hitam

Kita ga cocok katamu

 

Sekarang coba dengar aku

 

Kopi itu hitam

Susu itu putih

 

Ketika keduanya bercampur

Berubahlah jadi minuman favoritmu

Masih berani bilang hitam dan putih tidak akan bisa bersatu??

 

 

Hujan dan Aku yang Baru

•4 November 2009 • Leave a Comment

Saya terduduk.

Diam

Lama

Saya masih tetap dalam diam

Menahan sesuatu yang tidak bisa saya jelaskan

 

Saya memandang langit

Langit itu tidak biru

Birunya tertutup awan

Bukan awan putih yang memperindah sang biru

Tapi awan kelabu

 

Ahh langit itu tak indah lagi

Sulit rasanya menikmati langit ketika digelayuti awan kelabu

Bosan saya melihat langit

 

Tapi ketika saya hampir berbalik meninggalkan tempat saya

Ada sesuatu yang jatuh di tangan saya

Air

 

Saya tatap langit

Awan kelabu itu ternyata

Ia menumpahkan hujannya

 

Semakin lama semakin banyak air yang jatuh

Rumput dikakiku basah dan mengeluarkan bau harum

Rumput ini terihat bahagia

Pohon-pohon pun sibuk bergoyang bahagia tersiram hujan

 

Dada saya mendadak terasa terhimpit

Mata saya terasa panas

Air mata saya pun jatuh

Tapi tidak ada yang tahu saya menangis

Hujan ini menyapu setiap tetes air mata yang tak tertahan

Air mata itu kini menyatu dengan hujan

Membasahi rumput-rumput yang kegirangan

 

Saya tertegun

Tersenyum sebentar

Kemudian kembali menumpahkan air mata saya sepuas-puasnya

Membiarkannya menyatu dengan setiap tetes hujan yang jatuh

 

Ahh saya suka hujan

 

Ketika saya puas menumpahkan semua yang tersisa

Hujan pun perlahan reda

Menyisakan pohon dan rumput yang basah

Langit yang kembali biru

Dan aku

Aku yang baru

 

rain_by_unexists

 

…kalau sekarang kamu menangis, coba bikin hujan di dalam imajinasimu, supaya kamu bisa berjalan di bawahnya, lantas basah tubuhmu di situ, dan dengan itu kuyupnya akan menghapus airmata di mukamu…” (Novel Pop Remy Sylado, Boulevard de Clichy : Agonia Cinta Monyet, 2006)”

Belum Merdeka

•26 October 2009 • 1 Comment

Kamu

Masih menjadi alasan air yang menggenang di sudut mata ini

Penyebab setiap tetes air yang tak tertahan dibendung bola mata ini

Kutatap langit, ada awan berbentuk wajahmu di sana

Kejejak tanah, ada jejakmu di situ

Kudengarkan suara alam, terselip bisikanmu

Kuhirup udara, pun sudah tercemar aromamu

Apakah alam sudah kehilangan independensinya?

Hingga ia membiarkan kamu mencemari setiap elemennya

Dan alam bukan satu-satunya yang kehilangan independensinya

Aku

Tahukah kamu?

Pedulikah kamu?

hati+dalam+botol

Let’s dance

•23 October 2009 • Leave a Comment

Dance is when people move their body to music

Dancing is done for fun

Dance is an art

Dance can be done by one person or two people or many people

Some people dance to express their feelings and emotions

Other people dance to feel better

Dance can be used as a form of communication between people

So, let’s dance :)

dancing_Full

‘Cause I make peace, not war :)

•23 October 2009 • 1 Comment

ILoveU,UhateMe,Letsdance