Dua jam sudah kita di sini
Dan terakhir kali kudengar suaramu adalah dua jam yang lalu
Saat kau menyuruhku duduk di sampingmu
Setelah itu sunyi, tak ada suara
Sunyi yang menyisakan aku, kamu, dan hamparan rumput di depan kita
Kau ambil tangan kananku
Dan kau telungkupkan di dadamu
Bisa kurasakan kini detak jantungmu
Yang berdetak teratur, tenang, begitu damai
Kututup mataku
Merasakan tiap detakmu bersama detakku
Ini menyenangkan
Dan aku sangat menikmatinya
Hingga aku tersadar kini
Dua jam kemudian
Kita masih duduk di padang rumput yang sama
Tanganku masih di dadamu
Kebersamaan ini membuat aku melupakan dimensi waktu
Seolah tak ada yang penting kecuali tangan kita yang tetap terpaut
Rupanya aku ikut terhanyut dalam diammu
Kutatap matamu, tatapan yang menyiratkan pertanyaan
Tidakkah kau ingin mengatakan sesuatu?
Tapi kau hanya tersenyum menatapku
Dan aku tahu apa arti senyum itu
Tak ada yang perlu diucapkan, rasakan saja
Karena aku tahu kamu selalu percaya
Bahwa yang indah kadang menjadi indah ketika ia hanya dirasakan, bukan ketika diwujudkan dalam kata kata






