Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘rainbow’

Maukah Bersamaku?

colorful love

Seketika setelah kau di hadapanku, mulutku mengatup, tak mampu berkata-kata. selalu begini setiap kali aku berusaha membuatmu mengerti. Tapi tak bisakah kau artikan saja melalui detak yang meledak-ledak di dalam dada ini? Detak yang katanya merupakan tanda hadirnya cinta.

Aneh, sedetik setelah kau berpaling, bibir ini justru berbisik, lirih dan penuh harap, tentang cinta. Cinta yang tersimpan untuk kamu. Kata-kataku mengalir dalam harap yang kupanjatkan dalam doa. Doa yang berisi harapan tentang kamu.

Jikalah tumpahan kata-kata yang kutuangkan dalam lirik ini kemudian dapat membuatmu mengerti. Maka akan kutumpahkan segala kosakata yang kukuasai. Karena sungguh, membuatmu mengerti tentang relung-relung jiwa yang terlanjur berisi kamu, adalah hal yang paling aku ingini.

Maka kuminta sejenak waktumu untuk paling tidak sekedar membaca sedikit coretan isi hati, yang tak pernah mampu aku utarakan di hadapanmu. Tak mampu, bukan karena aku tak mencoba, tapi setiap kucoba, dua bibirku seolah terpaku, lidahku kelu, dan aku berubah bisu.

Hidupku ibarat buku cerita dengan ilustrasi gambar hitam putih, dan kamu adalah warnanya. Buku itu, kurang menarik tanpa hadirnya kamu, warna yang menyempurnakan gambar yang memperkuat alur cerita. Maka sebelum hidupku berubah semakin membosankan, sudikah kamu untuk membagi warnamu untukku?

Karena kamu adalah biru di langit dan lautan. Hijau yang pada daun, dan rerumputan. Merah yang mewarnai mawar, juga darahku.

Kamu, hidupku. maukah bersamaku?

* gambar dari sini :)

Read Full Post »

box of rainbow

Aku pecinta pelangi. Lengkung spektrum warna di langit, yang tampak karena pembiasan sinar matahari oleh titik-titik hujan. Aku suka merahnya, aku suka hijaunya, aku suka jingganya, aku suka kuningnya, aku suka birunya, aku suka nilanya, aku suka ungunya. Dan aku cinta perpaduan warna-warna itu dalam lengkungan yang muncul di langit saat tanah mengelurkan wangi khasnya. Saat rumput masih basah oleh sisa-sisa jejak hujan.

Aku pecinta pelangi. Lengkungan warna-warni yang muncul di langit yang baru cerah membiru sehabis gelap kelabu karena menumpahkan hujan. Lengkungan yang sering membuat wajah-wajah murung yang kehujanan menyungingkan senyuman yang tak kalah indah dengan lengkungan spektrum warna-warni yang muncul di langit.

Aku pecinta pelangi. Aku selalu suka bagaimana pelangi menceriakan mereka yang kuyup, kebasahan disiram hujan, dan bahkan mereka yang bersembunyi dari hujan. Pelangi seolah membuat mereka yang masih kuyup sisa kehujanan lupa akan tetes-tetes air yang tersisa di tubuh mereka. Pelangi melenyapkan semua ketidaknyamanan dengan pesonanya yang menyihir siapapun yang memandang ke arahnya.

Aku pecinta pelangi. Tapi ada satu yang tak kusuka dari pelangi. Pesona terindahnya hadir setelah hujan dan badai paling besar. Butuh perjuangan untuk menikmati semua pesonanya. Dan pelangi itu pun hanya muncul beberapa saat, tak sebanding dengan lama hujan yang mengantarkannya ke ujung langit. Tapi tetap, aku rela melakukan apapun demi menikmati keindahannya.

Aku pecinta pelangi yang mulai lelah menunggu pelangi. Maka, aku disini berdiri menantang badai. Merasakan tiap tetes hujan yang mengguyur. Aku mau jadi yang pertama menyambut pelangi saat hujan ini pergi. Akan kumasukkan pelangi itu ke dalam kotakku, dan kusimpan baik-baik, untuk kunikmati kapanpun aku rindu. Atau mungkin akan kusewakan, untuk mereka yang juga rindu pelangi

Pelangiku akan bisa dinikmati kapanpun, dimanapun.

Aku pendulang pelangi

Akan kumiliki pelangi itu!

Read Full Post »