Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘it’s personal’

Redup

Cahaya di ujung jalan itu tadinya bersinar terang

Tapi kini sinarnya meredup

Semakin lama semakin redup

Tak adakah yang bisa kaulakukan sebelum sinar itu benar-benar menghilang

Karena aku tak bisa menambah sinarnya sendirian

Sinar itu hanya bisa kembali terang

Hanya jika kita tetap bersama

Bergegaslah

Sebelum sinarnya benar-benar padam

Advertisements

Read Full Post »

memory

 

Masikah kau buka foto-foto kita dulu? Seperti aku masih melihatnya satu persatu sambil tersenyum. Menertawakan kita yang dulu terjebak dalam cinta. Atau masihkah kau baca tulisan-tulisan yang kubuat untukmu? Seperti aku masih membaca tulisan-tulisanmu untukku. Seperti yang sedang kubaca ini, kau menulis tentang mengajakku pergi dengan permadani terbang. Mengangkasa bak Aladdin dan Jasmine.

 

Aku tertawa lagi. Menertawakan betapa seorang pria berusia 25 dan seorang wanita berusia 22 tahun jatuh cinta layaknya mereka yang masih berseragam putih abu-abu. Cinta yang kita sendiri tak tahu maknanya.

 

Memang persahabatan kerap kali membuat kita menyalah artikan rasa sayang. Rasa sayang yang sepertinya tak puas dengan sebuah batas yang disebut persahabatan. Lalu mereka memberontak melewati batas karena mereka ingin lebih.

 

Tapi apa daya kita, kita ini manusia bukan?

 

Tapi itulah kenapa Tuhan selalu melarang kita melampaui batas. Berkali-kali Dia memperingatkan hamba-hambanya agar tak melampaui batas. Karena Dia tahu benar watak mahluk ciptaannya ini. Tapi kita tetap memberontak, dan bergeser dari sahabat ke garis di sampingnya, kekasih.

 

Lalu semua seolah berjalan ke arah yang salah. Semua yang tadinya kita lihat indah, kita rasa menyenangkan, sekarang terlihat dan terasa tak seindah dan semenyenangkan dulu. Bahkan apa yang dulu tak pernah menjadi masalah kini jadi masalah yang membuat kita berteriak satu sama lain.

 

Dan hasilnya, kita harus sampai pada tahap yang namanya melepaskan. Kita kehilangan. Sama-sama terasa berat, karena kau dan aku sama-sama tahu. Persahabatan memang biasa beralih menjadi cinta. Tapi tak adilnya, jarang sekali cinta yang bisa berakhir dengan persahabatan. Maka hari itu aku, dan juga kamu, kehilangan kekasih, sekaligus sahabat.

 

Aku jadi bertanya-tanya bagaimana kabarmu. Masihkah kau simpan kenangan itu, seperti aku masih menyimpannya. Bukan untuk diulang suatu saat nanti, tapi untuk dilihat seraya tersenyum. Karena kita pernah punya cerita dulu. Kenangan yang menyimpan tiga bulan hidupku yang dibagi denganmu, tiga bulan hidupmu yang dibagi denganku.

 

Semoga kamu baik-baik saja dan kau menemukan bahagiamu kini.

Seperti aku menemukannya.

 

 

Read Full Post »

Ini Janjiku!

janjiku

 

Hari ini aku kembali menerima sebuah pesan

Yang aku tahu pasti siapa pengirimnya

Lagi-lagi pesan ini datang dengan bahasa yang tidak kumengerti

Kuhayati berulang-ulang, tapi aku tetap tak menangkap makna yang berusaha disampaikan pesan ini

 

Ilmuku yang terbatas ini belum membuatku mengerti makna pesan maha dahsyat ini

Pesan yang membuat aku mengerahkan seluruh kemapuan dan upaya untuk menghayati dan memaknainya

Pesan yang hanya membuatku menangis tanpa mengerti apa yang kutangisi

Tapi tetap tak mampu kutangkap maknanya

 

Kini, kuakui dihadapanMu

Aku bodoh, tak mampu aku melawan keMahaanMu

Takkan kupaksa lagi Kau membuatku tahu sebelum waktuku

 

Maafkan aku yang memaksa

Kini aku akan menunggu sampai waktunya Engkau membuka tabir rahasiaMu untukku

Menunggu Engkau mengizinkanku mengerti tentang rencana indahMu untukku

 

Aku akan berhenti memaksa

Dan menunggu

 

Ini janjiku Tuhan

 

 

Read Full Post »

Lagu Kita

our song

 

Aku sangat menyukai musik

Apapun suasana hatiku, selalu ada musik yang tepat untuk mewakilinya

Aku tak pernah kehabisan lagu untuk mengekspresikan perasaanku

Tidak pernah

Sampai saat ini!

 

Aneh, aku tak pernah sebegini bingungnya menemukan lagu yang tepat

Ku bongkar memoriku, mengingat-ingat semua lagu yang kutahu

Tetap tak kutemukan

Kuperiksa playlist di mesin pemutar laguku

Nihil! Aku benar-benar kehabisan lagu

 

Aku tak bisa menemukan lagu untuk kita

Sampai akhirnya kusadari

Memang tidak ada lagu yang akan bisa mengekspresikan kita dengan tepat

Kecuali lagu kita sendiri

 

Lagu kita adalah bunyi pesan masuk yang menandakan masuknya pesan singkat darimu untukku

Pesan berisi sapaan pagi, siang, dan malam

 

Lagu kita adalah bunyi nada tunggu ketika aku menghubungimu

Bunyi ringtone yang datang dengan sederet namamu di layarnya

 

Lagu kita adalah tawa-tawa yang keluar dari berjuta topik obrolan yang tercipta

Gerutuan-gerutuan tentang hal-hal tak menyenangkan yang kita bagi

Senyuman yang tersungging kala berbagi bahagia

 

Lagu kita terlalu indah untuk dicari diantara ribuan lagu yang telah tercipta

Karena dari semua lagu itu, lagu kita yang paling luar biasa

Tak pernah kudengar musik seindah ini

Tak ada nyanyian lain yang lebih merdu dari ini

 

Aku ingin lagu ini terus berputar

Harmoni antara kau dan aku

 

Kamu juga suka lagu ini kan?

Karena tanpa kamu, lagu ini akan berhenti mengalun

 

 

Read Full Post »

Saya terduduk.

Diam

Lama

Saya masih tetap dalam diam

Menahan sesuatu yang tidak bisa saya jelaskan

 

Saya memandang langit

Langit itu tidak biru

Birunya tertutup awan

Bukan awan putih yang memperindah sang biru

Tapi awan kelabu

 

Ahh langit itu tak indah lagi

Sulit rasanya menikmati langit ketika digelayuti awan kelabu

Bosan saya melihat langit

 

Tapi ketika saya hampir berbalik meninggalkan tempat saya

Ada sesuatu yang jatuh di tangan saya

Air

 

Saya tatap langit

Awan kelabu itu ternyata

Ia menumpahkan hujannya

 

Semakin lama semakin banyak air yang jatuh

Rumput dikakiku basah dan mengeluarkan bau harum

Rumput ini terihat bahagia

Pohon-pohon pun sibuk bergoyang bahagia tersiram hujan

 

Dada saya mendadak terasa terhimpit

Mata saya terasa panas

Air mata saya pun jatuh

Tapi tidak ada yang tahu saya menangis

Hujan ini menyapu setiap tetes air mata yang tak tertahan

Air mata itu kini menyatu dengan hujan

Membasahi rumput-rumput yang kegirangan

 

Saya tertegun

Tersenyum sebentar

Kemudian kembali menumpahkan air mata saya sepuas-puasnya

Membiarkannya menyatu dengan setiap tetes hujan yang jatuh

 

Ahh saya suka hujan

 

Ketika saya puas menumpahkan semua yang tersisa

Hujan pun perlahan reda

Menyisakan pohon dan rumput yang basah

Langit yang kembali biru

Dan aku

Aku yang baru

 

rain_by_unexists

 

…kalau sekarang kamu menangis, coba bikin hujan di dalam imajinasimu, supaya kamu bisa berjalan di bawahnya, lantas basah tubuhmu di situ, dan dengan itu kuyupnya akan menghapus airmata di mukamu…” (Novel Pop Remy Sylado, Boulevard de Clichy : Agonia Cinta Monyet, 2006)”

Read Full Post »

Belum Merdeka

Kamu

Masih menjadi alasan air yang menggenang di sudut mata ini

Penyebab setiap tetes air yang tak tertahan dibendung bola mata ini

Kutatap langit, ada awan berbentuk wajahmu di sana

Kejejak tanah, ada jejakmu di situ

Kudengarkan suara alam, terselip bisikanmu

Kuhirup udara, pun sudah tercemar aromamu

Apakah alam sudah kehilangan independensinya?

Hingga ia membiarkan kamu mencemari setiap elemennya

Dan alam bukan satu-satunya yang kehilangan independensinya

Aku

Tahukah kamu?

Pedulikah kamu?

hati+dalam+botol

Read Full Post »

ILoveU,UhateMe,Letsdance

Read Full Post »

« Newer Posts - Older Posts »